Logo
images

TIDAK BUTUH WAKTU LAMA, PELAKU PEMBUANG MAYAT BAYI DITANGKAP SATRESKRIM POLRESTABES SEMARANG

TIDAK BUTUH WAKTU LAMA, PELAKU PEMBUANG MAYAT BAYI DITANGKAP SATRESKRIM POLRESTABES SEMARANG

Polrestabes Semarang
Tribratanews.semarangkota.jateng.polri.go.id | KOTA SEMARANG - Satreskrim Polrestabes Semarang berhasil mengungkap kasus penemuan mayat bayi di Ringintelu RT 04 RW 01 Kalipancur, Kec. Ngaliyan, Kota Semarang. Tidak membutuhkan waktu lama, Unit Resmob yang menangani perkara berhasil mencari dan menemukan orang tua yang tega membunuh dan membuang bayi berjenis kelamin perempuan tersebut sebelum akhirnya ditemukan oleh warga sekitar yang bermain voli pada hari Sabtu (02 September 2021)

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Lumbantoruan mengatakan pelaku yang membuang jabang bayi tersebut ditangkap oleh unit Resmob Polrestabes Semarang di kamar kosnya di daerah Kradenan Sampangan pukul 19.30 pada Sabtu (2/10/2021) kemarin.

Ada dua pelaku yang ditangkap yakni Yustiani (23) warga Dukuh Kabupaten Brebes, dan Andrianto (22), warga Kintelan Baru Kota Semarang. Keduanya merupakan orang tua kandung bayi malang tersebut.

"Barang bukti yang diamankan saat penangkapan di kos yaitu 3 botol obat penggugur kandungan, 1 strip Paramex, 1 buah botol Sprite, kain lap pel, dan 2 buah ponsel," ujar dia, Minggu (3/10/2021).

Menurut Donny, kronologi singkat berawal kedua tersangka berpacaran kurang lebih 2 tahun.

Kemudian bulan Januari 2021 kedua tersangka mulai melakukan hubungan badan selayaknya suami istri hingga akhirnya hamil.

"Pada bulan Agustus 2021 tersangka Yustiani menyampaikan pada tersangka Andrianto jika dia sedang hamil," jelasnya.

Karena malu, kata dia, Andrianto menyarankan pada tersangka Yustiani agar menggugurkan kandungannya.

Hal tersebut disetujui Yustiani agar menggugurkan kandungan. 

"Kemudian Andrianto mencari obat penggugur kandungan dengan cara mencari atau browsing di internet," ujar dia.

Kata Donny, setelah memperoleh obat penggugur kandungan  Andrianto memberikan obat tersebut kepada Yustiani yang kemudian meminum obat tersebut berturut turut selama tiga hari. 

"Setelah minum obat tersebut tersangka Yustiani merasa sakit pada bagian perut dan berusaha untuk berobat ke dokter umum," ujar dia.

Belum sempat dilakukan pemeriksaan di dokter umum, Yustiani masuk ke toilet di rumah warga Ringintelu Rt.04 Rw.01 Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Kota. Semarang dan melahirkan bayinya di toilet itu sekira pukul 07.00.

"Karena takut diketahui orang banyak, bayi tersebut lehernya dijerat dengan kain yang sudah ada di dalam toilet hingga bayi tersebut meninggal dan bayi dibungkus dengan kain yg telah di gunakan untuk menjerat leher bayi."

Donny mengatakan bayi itu dibuang di belakang kamar mandi melalui lubang ventilasi udara toilet. Ketika ditemukan bayi tersebut sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

"Kemudian mayat bayi tersebut di bawa ke RS Kariadi untuk dilakukan autopsi," tuturnya.

Atas perbuatannya tersebut kedua pelaku dijerat dengan UU No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 342 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

(Humas Polrestabes Semarang)


TAG

Tinggalkan Komentar